Oleh: Fatimah Az-Zahra Nur Azizah
Perilaku menyimpang yang dilakukan oleh anak usia
remaja masih sering dijumpai di kehidupan sehari-hari. Kondisi ini dapat
memberikan dampak negatif, baik bagi diri remaja itu sendiri maupun lingkungan
di sekitarnya, sehingga perlu diketahui penyebab serta cara menghadapinya sejak
dini. Salah satu penyebab utama kenakalan remaja yakni, kondisi rumah tangga,
ini mencakup kurangnya bimbingan orang tua yang tepat, kurangnya pengawasan
terus-menerus terhadap anak-anak, meningkatnya konflik antara orang tua, dan
pengabaian atau pelecehan orang tua, baik secara psikologis, mental, maupun
fisik.
Menelisik kembali terkait kasus kenakalan remaja
diantaranya, pencurian, pembunuhan, pergaulan bebas dan narkoba. Prediksi
jumlah kenakalan remaja tahun 2020 mencapai 12944,47 kasus. Menurut (BPS), dari
233 juta penduduk Indonesia, 28,6% adalah remaja berusia 10-24 tahun. Sepanjang
tahun 2024, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima 2.057 pengaduan,
Dimana 954 telah ditindak lanjuti sampai tahap terminasi. Ketika melihat di
kota Semarang, berdasarkan data dari polrestabes semarang selama periode januari-september
2024 tercatat ada 83 kasus tawuran dari daerah tersebut.
Saat melihat tahun 2025 berdasarkan data dari Databoks
Data Pusat Informasi Kriminal Nasional Polri (Pusiknas) Kepolisian Negara
Republik Indonesia (Polri) menunjukkan bahwa sekitar 14 ribu anak muda di bawah
usia 20 tahun tercatat sebagai terlapor kasus kriminal pada semester I tahun
2025. Kasus yang paling sering terjadi adalah penganiayaan, pengeroyokan, dan
pencurian. Selain itu, kasus kekerasan terhadap anak juga mengalami peningkatan
yang cukup signifikan. Tawuran pelajar, penyalahgunaan zat, dan kekerasan
seksual pun masih sering terjadi.
Kenakalan remaja harus segera ditangani,jika kenakalan
remaja tidak segera ditangani, remaja bisa terjerumus ke perilaku yang
melanggar hukum. Misalnya, pencurian, tawuran, perusakan fasilitas umum, atau
penyalahgunaan narkoba. Keterlibatan dalam tindak kriminal dapat berujung pada
masalah hukum yang serius dan memengaruhi masa depan remaja. Kenakalan remaja
juga bisa berdampak negatif pada lingkungan sekitar. Misal, jika ada tawuran
pada suatu daerah,maka warga daerah tersebut akan terganggu atau tidak merasa
tenang dan damai.
Upaya pencegahan kenakalan remaja di keluarga yakni
dengan membangun hubungan yang baik dengan anak, yaitu hubungan yang suportif,
memberikan wawasan dan pemahaman tentang perkembangan remaja, terutama yang
berkaitan dengan aspek-aspek psikologis, Dan membuat aturan yang tegas. Adapun
cara untuk menanggulangi perilaku menyimpang pada kalangan remaja yaitu dengan
pendidikan karakter di sekolah, di rumah oleh keluarganya dan lingkungan dimana
remaja berinteraksi bebas secara sosial. Pendidikan karakter dapat menjadi
solusi preventif untuk para remaja dari berbagai ancaman perilaku menyimpang.


0 Komentar